National

Aplikasi BERBUDI, Pelestarian Kebudayaan di Era 4.0 karya Mahasiswa KPI UIN Bandung Sabet Juara Esai Tingkat Nasional

Kampusiana– Kemajuan teknologi yang tidak diimbangi dengan kecintaan terhadap budaya lokal bisa melahirkan generasi muda yang tercerabut dari akar budayanya. Untuk itu Muhammad Irfan Fauzi, Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung mengajukan
inovasi untuk digitalisasi kebudayaan melalui karya ilmiah Esai.

Karya ilmiah tersebut membawanya meraih juara 2 Lomba Esai Tingkat Nasional pada kegiatan DOKAR (Donasi Sambil Berkarya) yang diselenggarakan Keluarga Paduan Angklung Institut Teknologi Bandung (KPA-ITB) pada tanggal 19 September- 7 November 2020.

Irfan berhasil meraih juara dengan judul esai “Aplikasi Belajar Budaya Dekat Sini (BERBUDI) sebagai Upaya Pelestarian Kebudayaan di Era 4.0”. Adapun juara satu diraih Alfandaru Talita Yubelium, mahasiswa Universitas Gadjah Mada dan juara tiga diraih Wahyu Padma Baskara, siswa SMA Negeri 4 Denpasar.

Panitia DOKAR KPA-ITB mengumumkan para pemenang melalui akun resmi instagram @kar_viii2020 pada hari Rabu (25/11/2020).

Lomba DOKAR KPA- ITB ini tidak hanya menyelenggarakan lomba esai, tetapi juga lomba video dan poster. Keseluruhan peserta berjumlah 61 orang, dengan rincian 24 peserta lomba esai, 9 peserta lomba video, dan 28 peserta lomba poster. Para peserta berasal dari berbagai provinsi di Indonesia.

Sebagai pemenang lomba Irfan senang bahwa usulannya twntang inovasi untuk digitalisasi kebudayaan diapresiasi dengan baik.

“Inovasi saya bermaksud agar generasi milenial bisa lebih dekat dengan budaya melalui smartphone-nya, sehingga budaya tidak akan luntur di tengah globalisasi. Dengan beragam fitur yang ada, ini akan memudahkan kita untuk bisa belajar dan mengenal warisan leluhur bangsa,” jelas peraih jajaka mojang Cianjur tahun 2016 ini.

Lebih lanjut ia menjelaskan tentang gagasannya dalam aplikasi BERBUDI (Belajar Budaya Dekat Sini). Aplikasi ini memiliki tiga fitur, yaitu pencarian sanggar untuk belajar seni budaya, virtual museum yang memudahkan pengguna untuk mengenal peninggalan leluhur, dan informasi seputar seni budaya yang ada di Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Perlombaan semacam ini bukanlah yang pertama kali diikuti oleh Irfan. Beragam perlombaan seperti menulis artikel, esai, dan bahkan cipta baca puisi pernah ia coba. Beberapa kali berhasil menjadi juara, diantaranya Best Position Paper AWMUN III di Bali, Juara 1 Menulis Esai se-Jawa Barat, dan Juara 1 Cipta Baca Puisi se-Nusantara.

“Aku senang mencoba hal baru, senang melebarkan zona nyaman. Meskipun baru, ya namanya berusaha itu harus, perihal hasil biar Allah yang tentukan. Yang terpenting adalah ikhtiar diiringi doa, sisanya tawakkal.” ungkap Irfan.

Sekretaris Jurusan KPI UIN Bandung, Dr. Uwes Fatoni, M.Ag turut mengapresiasi prestasi Irfan tersebut dan berharap mahasiswa lainnnya juga mengikuti jejaknya untuk terus berprestasi.

“Prestasi mahasiswa di berbagai lomba memberi sumbangan positif bagi citra lembaga terutama dalam peningkatan nilai akreditasi program stud, selain juga menjadi catatan positif bagi mahasiswa yang akan dicantumkan dalam SKPI, Surat Keterangan Pendamping Ijazah, saat lulus kuliah,” ujarnya.

Demikian juga Dr. H. Aang Ridwan, M.Ag, Ketua Jurusan KPI UIN Bandung mendukung prestasi, aktivitas dan kreativitas mahasiswa seperti yang dilakukan Irfan “Prestasi mahasiswa sejatinya adalah bagian dari upaya untuk menciptakan legenda diri, maka teruslah berprestasi, agar terus dikenang,” tutupnya. (K-01/Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *