Cita-cita

FB_IMG_1505651178203

Cita-cita bukan tentang pekerjaan.
Cita-cita adalah tentang perbuatan.

Ada sahabat saya yang bercita-cita begini, “Pokoknya selama jadi menteri kabinet mahasiswa, saya mau menyebarkan virus literasi ke seluruh kampus.” Namun, setelah dia lulus, cita-citanya hangus.

Ada juga sahabat saya yang bilang begini, “Saya mau jadi direktur yang punya banyak uang.” Namun, ketika dia bangkrut, dia memupus cita-citanya dan takut sekali untuk mengambil resiko.

Ada pula sahabat saya yang bilang begini, “Saya kepingin jadi dosen.” Namun, ketika sudah jadi dosen, dia tak punya harapan apa-apa lagi dan tak ada gairah untuk melanjutkan hidup.

Ketika semesta tidak mendukung pun, seseorang yang gagal meraih cita-citanya akan marah. Padahal jika mengubah cita-citanya sedikit saja, tidak ada yang perlu disesalkan. Life must go on!

Kita tidak perlu jadi direktur untuk “mengelola”
Kita tidak perlu jadi dosen untuk “mengajar”
Kita tidak perlu jadi mahasiswa untuk “belajar”
Kita tidak perlu jadi dokter untuk “menyembuhkan”
Kita tidak perlu jadi seniman untuk “berekspresi”
Kita tidak perlu jadi pejabat untuk “mendirikan sekolah”
Kita tidak perlu jadi orang kaya untuk “berbuat baik”

Kebaikan bisa dimulai dari sekarang.
Cita-citamu adalah apa yang kamu perbuat
sedetik kemudian.

Related Articles

About author View all posts

admin

admin

Mari berkarya, kirim tulisan ke redaksi@kampusiana.net