Cek Plagiarisme Tidak Konsisten

Plagiat

Dunia pendidikan sekarang ini diwarnai dengan sebuah kecurigaan atau ketidakpercayaan terhadap peserta didiknya. Ini terjadi di dunia kampus atau perguran tinggi. Kejujuran dalam tulis-menulis makalah dipertanyakan, sehingga mahasiswa dituntut untuk mengecek makalahnya agar ketahuan plagiat atau tidaknya makalah tersebut. Ini lantaran khawatir bahwa makalahnya hasil dari plagiat.

Saya sebagai mahasiswa tidak masalah harus mengeceknya, karena saya yakin apa yang saya tulis adalah buah hasil dari pikir saya dengan mengutip dari berbagai buku, jurnal, majalah, online, dan lain sebagainya. Walaupun mencomot atau mengambil pikiran orang lain saya kasih footnote dari mana saya ambil atau sumbernya disebutkan dalam makalah tersebut. Tapi setelah mengecek plagiarime di website yang disarankan sebut saja http://plagiarisma.net/ ternyata hasilnya berbeda-beda.

Pada awal saya mengecek makalah saya didapat hasilnya 95% tapi setelah saya mencoba lagi hasil itu berubah menjadi 86% entah apa yang terjadi, saya merubah bebrapa tulisan yang dimerahkan oleh website tersebut. Alih-alih untuk medapatkan hasil yang sempurna atau setidaknya meningkat, ternyata malah berkurang. walaupun yang disarankan minimal 75%, jika hasilnya di bawah 75% maka tidak bisa medapatkan nilai.

Saya juga tidak mengerti kok bisa seperti itu. Saya lupa untuk men-screenshot hasil dari ketidakkonsistenan website tersebut, dan ketika saya mau mencoba lagi, ternyata tidak bisa karena dibatasi akses dalam sehari. Silakan teman-teman mencobanya sendiri. Jika hasilnya sama seperti yang saya alami, artinya ada masalah di dalam website tersebut.

Lalu pertanyaan saya, apakah dosen itu cuma melihat dari hasil pelagirime itu saja? Semakin besar persenannya semain bagus atau tidak hanya melihat hasilnya saja dan ikut membaca makalah keseluruhan. Jika hanya melihat dari hasil itu saja bagi saja tidaklah wajar. Andai kata hasil itu diedit memakai aplikasi sebut saja Photoshop atau aplikasi sejenis, bapak/ibu dosen tidak tahu kan, apakah hasil itu hasil murni dari website yang disarankan atau hasil dari website itu lalu diedit? Apakah bapak/ibu dosen lebih percaya dengan hasil plagiarime dari website yang disetorkan bersamaan dengan makalah itu yang belum tentu hasilnya murni dari website atau diedit?

Aneh memang, tapi apalah daya sebagai mahasiswa harus patuh terhadap peraturan yang ada. Jika tidak menyerahkan hasil cek plagiarismenya, malah nanti dipertanyakan keasilan dari makalah tesebut. Duh-duh. Bukan saya mengeluh lantaran hasil cek plagiarisme-nya kecil, tapi hanya heran saja, lantaran hasil cek plagiarisme yang tidak kosisten.

Entah sejak kapan mahasiswa diwajibkan cek plagiarisme, apakah karena banyaknya yang melakukan pelagiat dikarenakan dirinya sibuk atau malas akhirnya melakukan pelagiat? Ah entah lah. Bagi saya yang namanya sudah mendaftarkan dirinya sebagai mahasiswa sudah seharusnya sadar akademik. Artinya mahasiswa itu harus menulis makalah atau melakukan penulisan karya ilmiyah tanpa harus plagiat. Yang repot adalah mahasiswa yang tidak sadar akademik. Jika sudah tidak sadar akan akademik maka apapun dialakukan demi mendapatkan nilai baik dan sebatas mendapatkan gelar, apalagi perkembangan Information and Technology (IT) merupakan salah satu sebab plagiarisme mudah dilakukan.

***

Saya setuju bahwa plagiat itu tidaklah baik dan akan mencoreng nama baiknya sendiri. Kejujuran adalah modal utama. Plagiarisme itu kejahatan akademik karena mengambil karya orang tanpa menyebutkan sumber. Dia (pelaku) mau kelihatan pintar tapi sebenarnya enggak.

Tulisan ini ditulis karena website untuk cek plagiarisme tidak konsisten. Saya khawatir dengan menyertakan hasil cek plagiarisme tersebut dosen hanya melihat hasil cek plagiarisme-nya saja, tanpa membaca secara keseluruhan makalah tersebut. Panilaiannya juga bisa dilihat pada saat memperesentasikan makalah tersebut bukan hanya melihat hasil cek plagiarisme-nya saja. Dunia semakin cangih sehingga kecurigaan semakin tinggi.

Related Articles

About author View all posts

Waki Ats Tsaqofi

Waki Ats Tsaqofi

Blogger | Layouter | Desainer Grafis |