Bulan Ramadhan Penuh Bid’ah

publish

Alhamdulillah sekarang kita sudah sampai pada akhir bulan Ramadhan, hawa-hawa kemenangan sudah mulai tercium. Lalu apa kabar ibadahny? Apakah masih sama saja ketika sebelum Ramadhan? atau justru semangat telah habis lantaran mau lebaran? Mulai memikirkan baju baru, mudik, dan lainnya.

Ternyata di bulan yang penuh berkah ini (Ramadhan) juga ternyata penuh dengan bid’ah. Wah kok bid’ah. Iya banyak sekali bid’ah-bid’ah yang dilaksanakan oleh muslim Indonesia. Saya menulis ini karena banyak orang yang sering membid’ahkan orang lain. Tanpa melihat baik buruknya. Bahkan orang yang sering membid’ah-bid’ahkan ini juga melakukan bid’ah di bulan Ramadhan ini. Loh-loh kok bisa? Katanya umat Islam harus meninggalkan bid’ah dan kembali kepada ajaran Islam yang murni (kaffah). Jadi bingung euy, semuanya dibilang bid’ah. Simak secara rinci penjelasan bid’ah pada bulan Ramadhan ini:

1. Shalat Tarawih Berjamaah

Loh-loh kok shalat tarawih berjamaah bid’ah? Beneran shalat tarawih berjamaah itu bid’ah?

Shalat tarawih pada hakikatnya disunahkan oleh Rasulullah Saw. Pada awalnya shalat tarawih itu sendiri-sendiri, dari zaman Rasulullah sampai zaman Abu Bakar. Nah ketika Umar menjabat menjadi khalifah, shalat tarawih berjamaah dimulai. Sejak saat itu para ulama salafus-shalih dan umat Islam telah sepakat dengan tata cara shalat tarawih yang diajarkan oleh Umar bin Khattab, yaitu dengan mengumpulkan para jamaah untuk shalat tarawih berjamaah. Shalat jamaah ini dilakukan sepanjang malam bulan Ramadhan. Shalat ini dilakukan sebanyak 20 rakaat. Hingga Umar bin Khattab berkata, “Sebaik-baik bid’ah adalah ini (shalat tarawih berjamaah)“.

Apa berani menuduh Sayyidina Umar sesat lantaran melakukan bid’ah? Kan itu bid’ah hasanah, jadi tidak sesat. Loh2 katanya setiap bid’ah itu dhalalah, dan setiap yang dhalalah itu di neraka? Apa berani menyangsi Umar masuk neraka? Padahal sudah dijamin masuk surga? Tidak kan, makanya dalam segala hal jangan selalu membid’ah-bid’ahkan. Berislam itu harus lentur jangan kaku-kaku amat. Hehe 🙂

2. Kultum Jelang Berbuka atau pada Saat Tarawih

Kuliah tujuh menit atau sering disebut dengan istilah Kultum sering dilakukan oleh muslim Indonesia. Bukan hanya acara-acara televisi yang mengadakannya jelang berbuka puasa tapi di masjid/mushala sekeliling kita juga sering didapat Kultum pada shalat tarawih berjamaah. Apakah kegiatan ini ada di zaman Rasulullah? Kalau tidak ada berarti itu bid’ah. Apakah Kultum seperti itu sesat? Tidak, walaupun tidak ada pada masa Rasulullah itu hal yang bermanfaat. Jadi walupun bid’ah tapi bid’ah hasanah. Hehehe 🙂

3. Acara Buka Puasa Barsama 

Rasulullah Saw., menyarankan kita untuk berbuka dengan yang manis-masin. Kegiatan berbuka selalu ditunggu. Di Indonesia pada bulan Ramadhan pasti merindukan yang namanya buka bersama (Bukber) baik bersama keluarga, teman, sahabat, atau rekan kerja.

Sejak kapan yah acara buka bersama itu dimulai? Apakah di zaman Rasulullah itu sudah ada atau tidak? Jika belum ada berarti yang selama ini kita lakukan adalah bid’ah dong? Duh2 gimna yah? :'(

Acara-acara menyiapkan takjil secara bergantian di masjid-masjid itu juga salah satunya bid’ah.

4. Zakat Fitrah dengan Beras

Menjelang hari raya Idul Fitri setiap muslim melakukan zakat fitrah. Pada zaman Rasulullah zakay fitrah dengan gandum tapi di Indonesia bukan gandum melainkan beras. Apakah ini tidak bid’ah?  Loh-loh kan itu hasil ijtihad ulama-ulama terdahulu, jadi boleh-boleh aja. Loh katanya harus kembali ke Alquran dan Sunnah kok ini mengingkarinya?

Ada yang menyanggah, bahwa hal-hal yang di atas itukan hal yang baik, jadi tidak biasa disebut dengan bid’ah yang sesat. Loh-loh kan kata sampeyan semua bid’ah itu sesat (dhalalah) dan setiap yang sesat kan masuk neraka, gimna sih kok tidak konsisten. Makanya dalam berislam itu jangan selalu menuduh yang tidak-tidak, sesatlah, kafirlah, dosalah. Seakan-akan kelompoknya pasti masuk surga. Padahal yang menjamin masuk surga atau tidaknya kan Allah Swt.

Pesan:

Berislamlaj dengan lentur jangan terlalu kaku-kaku amat. Islam itu bukan hanya agama keselamatan tapi Islam jugalah yang menjaga keselamatan di dunia ini.

Related Articles

About author View all posts

Waki Ats Tsaqofi

Waki Ats Tsaqofi

Blogger | Layouter | Desainer Grafis |