HTI Tidak Salah

logo-hizbut-tahrir-indonesia-hti-300x225

Baru-baru ini Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menjadi bahan berbincangan lantaran Ustadz Felix Siauw (tokoh HTI) ditolak dalam acara talk show di Malang Jawa Timur. Semua orang sudah tahu bahwa HTI merupakan organisasi masyarakat (Ormas) yang menginginkan khilafah Islamiyah dan tidak mengakui keberadaan Pancasila. Tak tangung-tangung, ketika acara berlangsung polisi datang dan membubarkan acara tersebut. Karena belum mendapatkan izin, seperti dilansir Republika Online (1/5).

Kita lihat sendiri bagaimana ustadz-ustadz HTI, terutama Ustadz Felix Siauw di media sosial getol menyuarakan khilafah di Indonesia. Inilah dasar penolakan HTI.

Banyak yang menyalahkan HTI, tapi bagi saya HTI tidaklah salah. Yang salah adalah pemerintah yang sengaja mempertahankan HTI tumbuh subur, bahkan pemerintah memasukan beberapa orang di sana (HTI).

Sejak lama, HTI berkembang di Indonesia, kenapa waktu masih belum berkembang pesat tidak langsung diberantas? Kenapa dibiarkan padahal sudah tahu ideologinya bertentangan dengan Pancasila dan NKRI?

HTI sudah betul dengan ideologinya yang ingin mendirikan khilafah Islamiyah di bumi Indonesia ini. Wajar jika mereka (HTI) makar dan menolak demokrasi, itu karena ideologi mereka tidak mengakui Pancasila dan Indonesia Raya.

Memang dilematis pemerintah saat ini. Di satu sisi, ini zaman reformasi, setiap orang berhak mengeluarkan pendapat, bebas berorganisasi dan lain senagainya. Sehingga pemerintah tidak berani membubarkan HTI. Andai pemerintah tegas dan berani untuk membubarkan HTI, permasalahan bangsa tidak lagi bicara khilafah Islamiyah dan lain sebagainya. Tapi bagaimana memperjuangkan janji kemerdekaan Indonesia dan mengamalkan Pancasila.

Tidak usah risau dengan HTI masih ada pemerintah. Tinggal saudara-saudara kita dididik dengan keislaman yang seusai ajaran Rasul. Sejatinya ajaran Rasul adalah memperbaiki akhlak. Bagimana bersoial baik sesama muslim atau non-muslim. Jika sudah terlaksana alangkah indah keberagaman Indonesia.

Perpecahan (sekte-sekte) yang ada sejak dahulu zaman sahabat sampai sekarang itu faktor utamanya adalah politik.

Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah (Turki Utsmani) itu faktor politik di mana Muhammad bin Saud ingin bebas dari Turki Utsmani sehingga berkoalisi dengan ulama setempat yaitu Muhammad bin Abdul Wahab dengan bantuan Inggris.

Saran untuk HTI, jika mendirikan khilafah di Indonesia tidak usahlah teriak-teriak khilafah, cukup bikin partai agar bisa berpolitik dan menguasai Indonesia. Contohlah PKI yang secara diam-diam (bawah tanah) dan ada yang menjadi anggota parlemen.

Sekian, tidak usalh lah ribut-ribut HTI atau yang lain. Saya ini HTI juga tapi Hizbut Tahlil Indonesia.

 

Related Articles

About author View all posts

Waki Ats Tsaqofi

Waki Ats Tsaqofi

Blogger | Layouter | Desainer Grafis |