Aksi 412 Tidak Konsisten, Ada Atribut Parpol dalam Parade Kebhinekaan

nasdem

Oleh: PALTI HUTABARAT

Entah ada hubungannya dengan Aksi 212 atau tidak, hari ini beberapa Partai Politik pendukung pemerintah mengadakan Aksi Damai yang disebut dengan Parade Kebhinekaan. Aksi damai ini dilakukan dengan tujuan ingin menunjukkan bahwa bangsa ini berbeda-beda tetapi tetap harus menjunjung tinggi persatuan. Meski diinisiasi oleh parpol, panitia penyelenggara menyatakan bahwa ini bukan agenda politik.

“Acara kegiatan lebih bernuansa budaya, bukan politik tapi kegiatan budaya. Tidak berkaitan pilkada manapun termasuk pilkada Jakarta. Oleh karena itu maka kegiatan ini seni budaya,” ungkap panitia acara, Taufik Basari, Sabtu (3/12).

Hal ini juga diamini oleh Tantowi Yahya yang merupakan politisi Golkar yang merupakan salah satu parpol pendukung aksi damai ini. “Ini bukan agenda politik,” kata Tantowi.

Sayangnya, apa yang disampaikan oleh Taufik Basari (Nasdem) dan Tantowi (Golkar) berbeda dengan kenyataannya. Parade Kebhinekaan yang katanya bukan agenda politik malah menghadirkan atribut politik seperti bendera dan baju parpol. Hal ini tentu saja mencederai tujuan dari aksi ini yang seharusnya memang parade seni dan budaya, bukan berpolitik ria. Sayang memang kalau ternyata ditemukan atribut partai Nasdem dan Golkar di aksi 412 ini.

Ketidakkonsistenan ini bukan hanya mencederai makna aksi 412 tetapi juga telah melanggar peraturan CFD. Berdasarkan aturan Pergub No 12 Tahun 2016 soal Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB), CFD harus bebas dari kegiatan politik. Plt Gubernur DKI Sumarsono menyayangkan peristiwa ini dan akan memberikan sanksi tertulis.

“Acara yang sudah bagus, kebhinnekaan, ada seni budayanya. Yang salah itu atribut politiknya saja. Tokoh parpolnya boleh,” tegas Soni.

Aneh memang para parpol yang menyelenggarakan aksi ini. Kalau memang mau buat agenda politik dan acara parpol yah janganlah di CFD yng sudah diatur tidak boleh ada agenda dan kepentingan politik. Tidak ada gunanya menyatakan bahwa ini tidak ada agenda politik kalau yang datang pakai dan bawa atribut politik.

Nasdem dan Golkar saya pikir harus belajar bagaimana menempatkan kegiatan dan agenda parpol di tempat yang tepat dan benar. Tidak perlu menggunakan alasan aksi Parade Kebhinekaan untuk menarik dukungan massa terhadap parpol mereka. Kehadiran Surya Paloh dan Setya Novanto sebenarnya tidaklah salah, tetapi dengan adanya atribut parpol, maka pantaslah disematkan bahwa ini adalah acaranya Nasdem dan Golkar. Kalau yang lain mungkin tidak tahu ada agenda terselubng ini.

Kita memang masih terus disajikan sandiwara politik dalam isu-isu keagamaan dan kebangsaan. Membungkus kepentingan parpol dengan agama dan kebangsaan bukanlah hal yang tepat. Lebih baik dibalik, agenda parpol tetapi membawa isu keagamaan dan kebangsaan. Jadi, kita tahu kalau ini memang acara politik. Apakah mman harus seperti itu sekarang kita berpolitik?? Aktor-aktor politik memakai isu agama dan kebangsaan demi mencapai kepentingan politiknya?? Saya berharap tidak perlu. Karena hal itu hanya akan membawa preseden semakin buruk kepada parpol di Indonesia yang sudah buruk di mata masyarakat.

Salam Tidak Konsisten. [seword.com]

Related Articles

About author View all posts

admin

admin

Mari berkarya, kirim tulisan ke redaksi@kampusiana.net