SEMA dan DEMA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Mendorong dan Mendukung Persatuan NKRI

uin-ciputat-11

Menyoal Indonesia yang merupakan negara kesatuan dengan beragam agama, suku, bahasa, ras, dan warna kulit, tentunya, sekilas nampak pelik dan rentan terhadap ancaman perpecahan serta konflik. Banyak faktor yang bisa dijadikan peluang untuk memecah belah kesatuan Indonesia karena sejatinya Indonesia adalah bhineka (berbeda). Dari ke-bhineka-an tersebut diharapkan mampu menjadi sebuah semangat persatuan untuk tetap menjaga tanah air yang diperjuangkan dengan tetesan darah dan nyawa.

Bhineka Tunggal Ika yang sering diartikan berbeda-beda namun tetap satu, bukan hanya sebatas slogan namun harus dapat diejawantahkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Bukan lagi menjadi hal yang aneh dan mengkhawatirkan tentang perbedaan di negeri ini karena dalam sejarah perjuangan tercatat bahwa para pejuang yang berjuang melawan kolonialisme yang semula bersifat lokal bersatu menjadi sebuah perjuangan nasional. Perjuangan-perjuangan tersebut adalah atas nama memperjuangkan dan membebaskan tanah air sehingga para pejuang pun bukan hanya datang dari kalangan agamawan, abangan, ataupun bangsawan. Tapi datang dari seluruh rakyat dengan melepaskan segala identitas dan perbedaannya.

Aksi umat islam (4/11) dengan tuntutan adili Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahja Purnama atau Ahok yang terduga menistakan agama melalui video yang beredar di media sosial, merupakan salah satu gambaran konflik yang terjadi karena adanya perbedaan latar belakang yang dimiliki rakyat Indonesia. Di sisi yang lain, peristiwa tersebut juga merupakan bukti penerapan demokrasi di negeri ini, di mana masyarakat dipersilahkan menyampaikan aspirasi dan tuntutannya di muka umum. Setelah aksi tersebut digelar dan tuntutan para demonstran dipenuhi, kemudian proses hukum berjalan dan menetapkan Ahok sebagai tersangka. Walaupun sejatinya, proses hukum untuk Ahok sudah berjalan sebelum adanya demonstrasi tersebut.

Namun, hal itu tidak serta merta menyudahi konflik yang ada. Isu yang beredar menyebutkan bahwa tanggal 2 Desember mendatang, para warga akan berkumpul di Monas untuk melakukan demo susulan. Lebih lanjut, sumber yang lain mengatakan bahwa kegiatan tersebut bukanlah demo melainkan sholat jumat berjamaah dan doa bersama yang digelar untuk persatuan bangsa.

Untuk menyikapi kondisi bangsa sekarang ini, SEMA dan DEMA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menuntut:

  1. Persoalan terduga penistaan agama segera diselesaikan dan beralih ke hal-hal yang lebih substansial sebagai contoh menindak tegas persoalan yang kontra produktif seperti terorisme, korupsi, dan konflik agraria di berbagai daerah.
  2. Tindak tegas persoalan lain yang berpotensi mengancam keutuhan NKRI.

Selanjutnya, SEMA dan DEMA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mendorong dan menyerukan:

  1. Persatuan umat Islam dan kebangsaan,
  2. Mendukung ulama dan umara bersatu, dan
  3. Bergotong-royong untuk menjaga keutuhan NKRI.

SEMA dan DEMA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ikut mengapresiasi terhadap kinerja KAPOLRI, TNI, aparat penegak hukum, tokoh-tokoh agama, dan seluruh warga negara yang turut serta membantu menjaga keutuhan negeri ini meskipun banyak konflik-konflik perpecahan yang terjadi.

Selain menjaga keutuhan bangsa, kita juga wajib bergotong-royong menyelesaikan persoalan negeri ini bersama-sama sebagai perwujudan dari rasa memiliki Indonesia. Kalau bukan kita siapa lagi anak bangsa yang akan peduli dan mengisi kemerdekaan NKRI.

 

Related Articles

About author View all posts

admin

admin

Mari berkarya, kirim tulisan ke redaksi@kampusiana.net