Wahai Mahasiswa Baru, Jangan Salah Pilih Masuk Organisasi

pukul

Seorang kawan meminta untuk menulis soal organisasi ekstra kampus di UIN Jakarta. Sebenarnya saya tidak mau menulis tentang ini. Tapi karena dia memaksa, akhirnya saya pun menulis.

Dalam kehidupan berorganisasi, kaderisasi dan regenerasi adalah sebuah keniscayaan. Ada pepatah mengatakan “Patah tumbuh hilang berganti”.  Itulah merefleksikan bahwa kehidupan organisasi harus ada regenerasi agar terus berkembang dan tidak terhenti pada satu generasi. Organisasi yang tidak memiliki tradisi kaderisasi yang baik, lambat laun akan tenggelam dimakan oleh sejarah. Tinggal nama saja.

Tahun ajaran baru adalah masa di mana organisasi-organisasi kemahasiswaan di UIN Jakarta sebut saja Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia (HMI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), ataupun organisasi yang sejenisnya, begitu sibuk menjalankan fungsinya sebagai organisasi kaderisasi. Yaitu dengan merekrut anggota baru, secara umum diarahkan kepada mahasiswa baru (MABA).

Maba tidak tahu bagaimana kehidupan di kampus dari segi sistem perkuliahan, birokasi dan segala aktifitas organisasi yang ada di dalamnya, dan lain sebagainya. Maba seperti menjadi sasaran empuk untuk dijadikan kader. Segala strategi pun dibuat dengan sangat bersih, sampai-sampai seperti tidak terjadi apa-apa. Dengan memegang teguh pendirian yang mengatasnamakan “yang paling benar”, menjadi motif untuk bergerak bebas demi mendapatkan hati ‘Maba’. Dalam memilih organisasi ekstra harus dipelajari terlebih dahulu seluk-beluk organisasi tersebut jangan sampai ada penyesalan di kemudian hari.

Jika Anda Maba tak boleh gegabah untuk menentukan pilihannya dalam berorganisasi, pilihan itu harus murni dari hati nurani yang didukung oleh berbagai sumber yang lain untuk memantapkan pilihan. Timbang-timbang dulu sebelum memutuskan untuk bergabung. Saran saya pilihlah organisasi yang bisa mengajak kadernya untuk bergerak melakukan perubahan untuk bangsa dan negara. Jangan pilih organisasi yang sering melakukan propaganda negatif/negative campaign untuk membuat citra organisasi kemahasiswaan lainnya menjadi buruk.

Saya ingit dulu ketika masih baru di kamupus UIN Jakarta lebih tepatnya di Fakultas Adab dan Humaniora. Kakak-kakak senior yang diduduk di struktural BEM (sekarang DEMA) mengajak saya untuk mengikuti jejaknya. Sambil menjelaskan keunggulan-keunggulan organisasinya dan lebih parah lagi saya disarankan jangan ikut organisasi itu (salah satu organisasi ekstra), organisasi itu mah sering mabok, sering ninggalin salat, tampangnya kaya preman, jarang masuk kampus, dan lain-lainnya. Alih-alih menarik hati saya, malah saya tidak tertarik sama sekali dengan organisai yang dia tawarkan. Karena menjelekan organisasi lain. Akhirnya saya cari info, termasuk saya nanya ke guru-guru saya di pesanten serta ke orangtua saya. Ternyata organisasi itu tidak seburuk yang dibilang tadi. Saya sebenarnya kesel, mentang-mentang saya Maba bisa ditipu dan arahkan. Dulu saya di pesantren diajarkan agar selalu tabayyun jikalau ada khabar (berita). Akhirnya di tahun pertama saya kuliah tidak mengikuti satu-pun organisasi esktra, demi mematangkan pilihan agar tidak salah pilihan dan menyesal.

Mudah-mudah tidak ada lagi orang seperti ini di organisasi-organisasi ekstra kampus. Karena perlu diingat, organisasi-organisasi yang membesarkan dirinya dengan asas kebohongan, suatu saat akan ditinggalkan penumpang. Maba bukanlah domba-domba tersesat. Mereka sama seperti bibit yang siap untuk tumbuh. bergerak menuju muaranya masing-masing, dan berlabuh di mana hati mereka tertambat. Berikanlah kesan terbaik, bukan melulu membohongi publik!

Sebenarnya organisasi ekstra kampus ingin Maba ini sama ‘warna’ atau ‘berwarna’? ‘menyatu’ atau ‘bersatu’?

Yah sudahlah, intinya ikuti apa kata hati kalian saja. Jangan samapai salah pilih!!

Related Articles

About author View all posts

Waki Ats Tsaqofi

Waki Ats Tsaqofi

Blogger | Layouter | Desainer Grafis |