Belajar Kecantikan dari RA Kartini

r_a__kartini_by_cusspahing-d3cn36g

Sejak zaman dulu makhluk yang namanya perempuan memang sangat senang berhias untuk membuat tampilannya menjadi semakin cantik. Namun sayangnya tidak jarang perempuan yang terlalu berlebihan dalam berhias, bukannya tampil cantik eh malah membuat kerugian. Contohnya seperti menggunakan perawatan kulit yang mengandung zat berbahaya, penggunaan make up yang terlalu menor bahkan khusus untuk kaum muslimah sulit membedakan mana produk kecantikan yang halal digunakan. Bayangkan dong jika produk kecantikan kita terbuat dari zat-zat yang diharamkan, tentu secara tidak langsung akan mengganggu ibadah kita bukan?

Memang tidak salah jika kaum perempuan mempercantik diri, asalkan tidak berlebihan dan tidak diniatkan untuk tabarruj bukan? Karena Allah kan indah dan menyukai keindahan  (Innallaha jamiil wa yuhibbu Jamaal). Walaupun perempuan boleh berhias diri, namun jangan sampai hanya fokus mempercantik tampilan luar saja ya, karena sesungguhnya kecantikan sejati perempuan bukanlah apa yang tampak dari luarnya saja melainkan apa yang terpanjar dari dalam hatinya. Maka dari itu saya disini ingin berbagi sedikit tentang kecantikan yang terpancar dari hati.

Perempuan yang sangat menginspirasi di negara ini adalah ibunda kita RA. Kartini. Beliau merupakan perempuan hebat yang memperjuangkan hak kaum perempuan untuk mendapatkan pendidikan. Bahkan ada sebuah kalimat inspiratif dari beliau tentang kecantikan, yaitu “Saya hanya mengenal dua tipe kecantikan, yaitu kecantikan akal dan kecantikan akhlak.” Sejalan dengan pemikiran beliau, bagi saya kecantikan perempuan terletak pada bagaimana ia berpikir dan bertindak/berperilaku.

Sederhananya, menurut saya perempuan yang cantik adalah perempuan yang cerdas, yang mengenyam pendidikan dengan baik. Kecerdasan perempuan tersebut tidak hanya terletak pada kecerdasan berpikir saja, tapi juga meliputi kecerdasan ruhaninya dan kecerdasannya mengendalikan emosi. Lalu pertanyaannya kenapa perempuan harus cerdas? Jawabannya adalah karena perempuan akan menjadi ibu sebagai  pendidik pertama bagi anak-anaknya. Generasi-generasi cerdas penerus bangsa ini akan lahir dari rahim perempuan yang cerdas. Para pemimpin masa depan yang jujur dan amanah akan lahir dari rahim perempuan yang berakhlah mulia tentunya.

Maka jika ditanya siapa perempuan-perempuan cantik di negeri ini, maka lihatlah ibu kita. Di tengah kesibukannya bekerja, dia masih menyempatkan diri untuk mendidik dan memberikan teladan yang baik bagi anak-anaknya. Mari kita lihat juga guru-guru kita yang tidak lelah mendidik siswa-siswinya untuk menjadi manusia yang bermanfaat. Atau bisa kita lihat juga mahasiswi-mahasiswi yang masih peduli untuk mengajar anak-anak kurang mampu di tengah segudang kesibukan kuliahnya. Karena perempuan cantik adalah dia yang tidak pernah lelah untuk mencari ilmu, baik tutur katanya, dan lemah lembut dalam bersikap. Selain itu perempuan cantik dengan pengetahuannya akan memberikan manfaat bagi lingkungannya.

Related Articles

About author View all posts Author website

Sarah Hajar Mahmudah

Sarah Hajar Mahmudah

International Relation Student-UIN Jakarta
Suka ngoleksi buku dan nulis
kalau lagi pusing jadi suka jalan-jalan