Tips Tulis CV untuk Lamar Beasiswa Luar Negeri

tips-tulis-cv-untuk-lamar-beasiswa-luar-negeri-ZKhFK9Q8fi

tips-tulis-cv-untuk-lamar-beasiswa-luar-negeri-ZKhFK9Q8fiJAKARTA – Curriculum vitae (CV) atau resume merupakan dokumen yang kerap menjadi persyaratan saat melamar beasiswa ke luar negeri. Namun, pembuatan CV atau resume ini ternyata sering menjadi kendala bagi para pemburu beasiswa.

CV atau resume yang terlalu sederhana membuat seseorang dicap kurang berpengalaman, sedangkan jika terlalu berlebihan juga tak membuat mereka lolos beasiswa. Untuk itu, disitat dari buku ‘Jurus Kuliah ke Luar Negeri’, berikut ini beberapa poin penting dalam CV untuk melamar beasiswa luar negeri.

1. Prestasi Akademis atau IPK
IPK menjadi poin yang paling mudah dilihat oleh pemberi beasiswa. Dalam persyaratan beasiswa, persyaratan IPK minimum sudah tertera dengan jelas. Namun, jika IPK-mu di bawah rata-rata yang ditentukan, maka jelaskan kenapa hal itu bisa terjadi.

2. Durasi Kuliah
Untuk melamar beasiswa, kandidat tidak harus lulus dengan cepat. Kendati demikian, jangan terlalu lama dalam menyelesaikan studi. Sebab, terkadang ada universitas yang mengajukan syarat maksimal lulus lima tahun sehingga jika lebih dari itu akan dicoret.

3. Karya Ilmiah yang Sudah Pernah Dipublikasikan
Pemberi beasiswa juga akan mempertimbangkan karya ilmiah apa saja yang sudah dipublikasikan pelamar. Beri informasi mengenai diterbitkan di jurnal mana saja, kapan, dan temanya tentang apa. Hal ini agar mereka bisa melihat seberapa besar minat dan kompetensimu di suatu bidang.

4. Penelitian yang Sedang Dilaksanakan
Tuliskan juga penelitian yang sedang dilakukan. Atau jika tidak, program-program sosial yang sedang dirintis bersama teman-teman. Hal ini sangat penting, terlebih untuk beasiswa yang berbasis proyek.

5. Prestasi Lain yang Menunjang
Beberapa beasiswa menginginkan pelamar yang juga memiliki prestasi nonakademis. Misalnya, beasiswa Fulbright mencari kandidat yang memiliki prestasi dalam leadership, mendirikan organisasi, dan lain sebagainya. Oleh sebab itu, jangan ragu untuk bergabung dalam organisasi yang sesuai dengan minatmu.

6. Minat
Dari berbagai kegiatan yang diikuti, maka arah minatmu akan semakin terlihat. Apalagi jika kamu mencantumkan tahun saat menulis kegiatan-kegiatan tersebut, sehingga pemberi beasiswa bisa menilai pengalaman yang sudah pernah dilakukan.

7. Komitmen
CV akan menunjukkan seseorang pernah ikut proyek-proyek sosial, magang, hingga kerja dalam kurun waktu tertentu. Dari rekap inilah terlihat komitmenmu dalam melakukan sesuatu. Jika ada aktivitas yang membuatmu berhenti di tengah jalan, berikan alasan rasional yang mudah dipahami.

8. Karakter dan Kepribadian
Karakter akan terlihat dari CV. Hal tersebut dapat dilihat melalui tampilan CV-mu. Dengan cara ini, penyeleksi bisa menilai bahwa pelamar merupakan pribadi yang artistik atau tidak. Kemudian, tampilkan foto CV standar setengah badan. Jangan pasang foto koleksi pribadi dengan berbagai pose karena akan membuatmu tampak tak profesional.

9. Kompetensi
Dari hobi, latar pendidikan, kursus yang diikuti, dan kegiatan yang disukai, maka penyeleksi bisa menerka kompetensi yang kamu miliki. Untuk itu, apa pun yang kamu anggap bisa menjadi nilai lebih, tuangkan dalam CV dalam format yang rapi, terstruktur, dan mudah dibaca.

10. Relevansi CV dengan Tujuan
Semenarik apa pun latar belakangmu, tidak akan bernilai jika semuanya tidak berhubungan dengan beasiswa yang dilamar. CV tidak perlu panjang, yang penting dapat menggambarkan seperti apa dirimu dan menunujukkan bahwa kamu memang layak menerima beasiswa tersebut.

 

Sumber: OkeZone.Com

Related Articles

About author View all posts

admin

admin

Mari berkarya, kirim tulisan ke redaksi@kampusiana.net